Wednesday, January 30, 2013

AKU DAN ALKITABKU






Alkitab sepenuhnya saya percayai sebagai Firman Allah. Setelah menerima Kristus secara pribadi tanpa ragu saya melandaskan seluruh kehidupan saya dengan penuh keyakinan kepada Firman Allah. Alkitab saya pahami sebagai Firman Allah yang tertulis dalam bahasa manusia, berlatarbelakangkan kebudayaan manusia. Namum meskipun ditulis oleh manusia yang sejak kejatuhannya dikuasai dosa, Alkitab tidak bersalah dan sepenuhnya sempurna dan final oleh karena Allah yang Mahakuasa melindungi dan menuntun manusia dalam penulisanya.

Ditulis oleh manusia tapi bukan berarti berasal dari pikiran manusia itulah Alkitab, berisi pikiran, kehendak, peringatan, perintah dan janji berkat Allah kepada manusia. Alkitab adalah kumpulan buku sepenuhnya pikiran Allah yang memakai manusia. Alkitab adalah firman Allah yang seluruhnya diilhamkan oleh Allah sendiri, bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan yang berkuasa mendidik orang kepada kebenaran sejati (2 Tim 3:16).

Hanya melalui Alkitab saja manusia bisa mengenal Firman  Allah yang hidup yaitu Yesus Kristus yang menjadi pusat perhatian dari PL hingga PB. Hanya Anugerah Allah-lah Alkitab yang terdiri dari 66 buku ini berada di tangan manusia. Tujuannya adalah agar manusia mengenal siapa Allah, dirinya, sesamanyadan lingkungannya.

Penyataan
Manusia tidak mungkin bahkan tidak terbayangkan bisa mengenal Allah yang tidak terbatas
hanya dengan pikirannya. Manusia yang terbatas tidak mungkin bisa menyelidiki Allah yang terlampau tinggi untuk diselidiki, terlampau dalam untuk dimengerti dengan logika manusia. Hanya karena Anugerah Allah melalui penyataan-Nya (Wahyu) manusia bisa sedikit tahu dan mengerti Allah, Allah memilih atas kehendak-Nya sendiri untuk memperkenalkan diri-Nya kepada manusia melalui penyataan.

Perihal ‘penyataan’ Alkitab memberi tahu bahwa Tuhan memberi manusia wahyu dalam dua bentuk yaitu wahyu umum berupa dasar pengetahuan akan Allah yang sudah dimiliki manusia sejak diciptakan, juga melalui alam semesta manusia bisa tahu ada penciptanya. Selanjutnya ada wahyu khusus, dimana Allah memakai Firman-Nya, yaitu Firman Allah yang hidup yaitu Yesus Kristus dan Alkitab.

Melalui penyataan umum maupun penyataan khusus Allah menghendaki manusia bisa mengenal Allah dengan segala natur-Nya, manusia bisa mengalami keselamatan melalui penerimaannya kepada wahyu khusus yaitu Yesus Kristus Juruselamat manusia.

Inspirasi
Inspirasi yang saya pahami bukanlah inspirasi yang pada umumnya dipakai dalam istilah manusia, inspirasi secara alkitabiah bukanlah dalam pengertian seperti itu. Inspirasi saya pahami sebagai pekerjaan Roh Kudus memimpin para penulis Alkitab mencatat firman Allah sehingga hasilnya tulisan terkumpul adalah final, tanpa cacat dan kesalahan sepenuhnya sempurna sebagai firman Allah – Alkitab.

Allah memakai manusia sebagai sarana inspirasi, namun demikian bukan Allah memakai
manusia sebagai juruketik atau mesin ketik yang menuliskan seluruhnya dengan
cepat. Allah yang Sempurna sebaliknya memakai manusia dengan latarbelakangnya
masing-masing, baik kepribadian, karakter, tempramen serta karunianya
masing-masing.

Ineransi
Ineransi Alkitab merupakan pandangan yang mengatakan bahwa Alkitab tidak bersalah. Terjemahan kemungkinan bisa salah, namun sesungguhnya Alkitab tidak pernah salah. Sekalipun Alkitab mengisahkan atau mencatat peristiwa-peristiwa di mana orang melakukan kesalahan (hal-hal yang salah) namun Alkitab tetap merupakan kebenaran. Memang di dalam Alkitab dicatat hal-hal yang tidak benar tetpi itu bukanlah kesalahan penulisan Alkitab.

Ineransi ini juga merupakan suatu bentuk yang mengajarkan bahwa Alkitab bebas dari kesalahan, Firman Allah tidak dapat salah dan tidak menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan fakta dengan kata lain ineransi Alkitab menyatakan bahwa Alkitab tanpa cacat sepenuhnya sempurna.

Pemahaman akan penyataan, inspirasi, dan ineransi akan terkait erat dengan pemahaman serta pandangan kita terhadap Alkitab. Dengan demikian penting sekali untuk dipelajari dan dipahami dengan baik karena
pemahaman itu akan mempengaruhi sikap dan pengertian kita terhadap Alkitab yang adalah firman Allah.


Tuesday, January 29, 2013

7 TAHAPAN AKTIVITAS PACARAN ANAK MUDA JAMAN SEKARANG









Mendengar
istilah pacaran tentu sudah tidak asing lagi bagi kita bukan? Dalam berpacaran setiap
remaja memiliki cara-cara tersendiri dalam berpacaran agar
lebih romantis dan mesra (katanya).
Berikut 7 tahap dalam berpacaran yang
dibagi berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam berpacaran.


Tahap-1




Dalam tahap ini sepasang kekasih yang sedang kasmaran hanya saling bertatap
mata

saja sembari berandai tentang hubungannya ke depan
bersama kekasihnya ini. Tahapan ini biasanya terjadi sesaat atau beberapa waktu
setelah jadian. Konon katanya saat-saat ini sepasang kekasih masih malu-malu
kucing.


Tahap-2




Tahap berikutnya dua sejoli mulai memberanikan diri berpegangan tangan ataupun
bergandengan tangan sewaku ber

jalan bersama atau sedang
duduk bersama sembari menikmati es kelapa muda atau sekadar nongkrong saja.
Pengalaman yang manis, seakan tidak mau mencuci tangan dahulu karena aroma
tangan si doi masih membekas.


Tahap-3




Untuk tahapan berikutnya lebih berani lagi.

Selain
melakukan kedua hal di atas, dalam tahap ini dua mahluk yang sedang kasmaran
sudah tidak sungkan lagi untuk merangkul bahkan berpelukan (: kaya Teletubies
donk :D).


Tahap-4




Lebih tinggi lagi, setelah berpelukan lalu si cowok berani mencium si cewek.
Karena pada umumnya di tahapan ini sekadar berpengan tangan atau berpelukan dianggap
sudah biasa dan terkesan kurang romantis jika belum menjajaki yang satu ini
(katanya).




Tahap-5





Kalau tadi hanya si cowok yang mencium, sekarang dua-duanya sudah saling
berciuman bahkan mouth
to mouth
alias dari mulut ke mulut. Dalam tahapan ini biasanya dua
sejoli sudah saling bersilat lidah (red-french
kiss
).




Tahap-6


Lebih ekstrim lagi, salah satu pihak sudah mulai meraba-raba daerah terlarang
(misalnya lubang hidung? Bukan!! itu loh!!!). Pada umunya sih si prialah
sebagai inisiatornya. Sembari berciuman sang pria tak segan-segan menjelajahi
area-area terlarang sang kekasih seperti

sekwilda
(sekitar wilayah dada) dan selanjutnya


Tahap-7




Untuk tahap yang terakhir lebih ekstrim dari yang ekstrim-ekstrim dan lebih
berbahaya dari yang berbahaya (lebay!!!). Biasanya jika kondisi memungkinkan
dan kedua sejoli sudah ngebet, bisa jadi langsung mencari

tempat
yang sepi dan tersembunyi untuk mencari yang sembunyi-sembunyi. Kalau sudah
begini sudah overdosis, perlu diberi obat penawar
nafsu.







Sekarang
marilah bercermin, sudah sampai tahap ke berapa aktivitas pacaran yang telah
Anda lakukan hingga sekarang. Perihal di atas itulah faktanya yang tidak perlu
dibuktikan karena Anda juga pasti mengiyakan, karena itu gambaran gaya
berpacaran kebanyakan kaum muda, (red-saya juga dulu begitu). Untuk cara
pacaran yang baik tidak dibahaspun Anda sudah tahu bukan? Intinya apakah
Tuhanmu dipermuliakan dengan hidupmu, berpacaranmu yang demikian, jika tidak!
Tidak ada cara lain selain merubah total gaya pacaranmu yaitu gaya pacaran yang
orientasinya memuliakan Dia dan bukan untuk kenikmatan diri.








Monday, January 21, 2013

BEBAS DARI JERAT KEKUATIRAN







Merupakan hal yang baik untuk
mempersiapkan diri di masa-masa yang sulit (masa depan). Alkitab tidak pernah
melarang untuk mempersiapkan sesuatu menyangkut masa depan (Amsal 6:6). Tuhan
tidak melarang kita mempersiapkan diri untuk masa depan kita. Dalam perikop
Mat. 6:25-34 Tuhan Yesus mengajar kita tentang kekuatiran. Kata kuatir di sini
memiliki arti sikap hati yang memiliki sikap kuatir yang terlalu berlebihan
(ayat 34). Kata kuatir dapat di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai worry dan concern yang memiliki arti kuatir yang bersifat positif.





Rasa tidak puas diri merupakan pemicu
rasa kuatir dalam hidup. Demikian seorang yang kuatir tidak akan pernah merasa cukup,
selalu merasa tidak puas dengan apa yang  dimiliki saat ini. Pada kenyataanya kita sering
merasa kuatir untuk hal yang tidak perlu. Di dalam Matius 6:25-24, Tuhan
mengajarkan kita untuk tidak kuatir sebab Dia adalah Allah yang memelihara dan
tahu kebutuhan ciptaan-Nya. Tuhan Yesus memakai analogi dalam dunia binatang (burung)
dan tumbuhan (bunga bakung dan rumput) untuk menggambarkan pemeliharaan Tuhan
yang sempurna. Tuhan menyediakan makanan bagi burung-burung tanpa menabur serta
memberikan keindahan kepada bunga bakung tanpa bekerja. Inilah gambaran
pemeliharaan Tuhan yang sempurna terhadap ciptaan-Nya. Manusia pada hakekatnya
melebihi ciptaan lainnya dengan demikian sudah pasti Allah juga memeliharanya.
Apapun yang dibutuhkan manusia Allah menyediakan baginya.





Bagaimana kita bisa lepas dari
jerat kekuatiran? Berikut ini beberapa hal yang patut kita pikirkan:


  1. Kita harus memikirkan apakah  sebetulnya kekuatiran yang kita alami itu
    adalah kekuatiran yang beralasan, setelah itu berserah kepada Tuhan.

  2. Mengingat pertolongan Tuhan
    saat kita mengalami kegagalan, akan menolong kita untuk dapat menghindar dari
    rasa takut/kuatir.






Seorang penulis Kristen bernama
Max Lucado pernah menulis tentang kekuatiran dan memberikan tips saat kuatir
menghantui yaitu dengan menambahkan frasa “Bila
saatnya tiba.”
Jangan memikirkan hal-hal yang belum terjadi, karena pada
saatnya akan tiba (I Kor 10:13; Markus 13:11).


Dalam kehidupan kita harus menyerahkan
segala kekuatiran kita kepada Allah. Selain itu kita harus mengingat bahwa
Allah senantiasa memelihara hidup kita. Dia akan menolong kita untuk mengatasi
rasa kuatir itu.


Friday, January 18, 2013

Menyambangi Kota Getuk Magelang









Kesibukan itupun terpecah takkala
waktu libur itu bersahabat. Di rencanakan sedari awal, akhirnya kamipun
berkesempatan menikmati waktu kebersamaan kami. Destinasi kamipun tak jauh dari
kota Solo, ya Kota Magelang, kota berjuluk Getuk itupun kami sambangi. Memilih
Hotel Puri Asri sebagai tempat untuk berehat sejenak, kamipun bisa bersantai
ria. Hotel Puri Asri berlokasi sangat strategis di pusat kota Magelang membuat
liburan kamipun berkesan dan mengasyikan. Hanya butuh waktu 20 menit ke Candi
Borobudur, membuat hotel ini sangat pas menjadi tempat bermalam saat liburan. Suasana hotel yang menarik,
dikelilingi dengan pegunungan dan menghadap ke sungai serta hamparan hijau
sawah dengan angin pegunungan yang sejuk membuat hati dan pikiran rehat sejenak
dari kesibukan.







Hendak
beraktivitas? Wow di sini kita akan di manjakan dan tentunya akan senang karena
berbagai kegiatan bisa kita pilih untuk menemani waktu liburan kita. Hotel Puri
Asri siap memanjakan tamu dengan: Spa, Fitness, Swimming pool, Children
Playground serta Progo Xventoure yang siap membuat liburan Anda berkesan dan
tak terlupakan dengan layanan mereka, seperti OUTBONDS: Air Soft Gun, Family Gathering, high Ropes, high Performance Outbound,
Leadership Outbound, Tracking.
WATER RAFTING: Children Fun Trip, Regular Trip, Regular Fun Trip, Elo Trip, One Day
Trip, Excellent Trip, Custom.
Menantang bukan?






Soal
urusan perut tiap pagi kita akan dimanjakan dengan berbagai menu restaurant yang
tentunya akan memanjakan lidah. Selama berada di sana kamipun tak lupa
mencicipi Chinesefood ala rumah Makan Larasati, soal rasa tak ragu pasti
maknyosss. Demikian juga kami tetap menyempatkan menikmati makan ala Mall,
Artos atau Armada Town Square pun jadi destinasi kami. Malam itu sayapun
menyantap seporsi gado-gado ditemani rujak dan juice Apocado, sudah cukup untuk
memanja perut saya.







Suasana
yang membaur dengan alam serta lokasi strategis dilengkapi dengan fasilitas
mewah membuat liburan kali ini berkesan dan seru tentunya. Liburan yang memecah
kesibukan serta memberi warna perjalanan hidup sungguh mengesankan. Terima
kasih Tuhan. 


#7 Januari 2013















Lihat juga pengalaman mengunjungi Bandungan di sini





Thursday, January 17, 2013

WET WILD N FUN AT PROGO RIVER







Tak mau
menyia-nyiakan waktu liburan bersama, hari ini (8 Januari 2013) saya bersama
rekan-rekan (Pak Fri, Bill, Joko dan Kris) memutuskan untuk mengisi liburan
dengan aktivitas menantang sekaligus menyenangkan. Kamipun mencoba Arung Jeram.
Arung Jeram (Rafting) merupakan olah
raga yang menantang sekaligus menyenangkan. Olahraga
yang satu ini memang sudah cukup populer saat ini, meskipun butuh adrenalin
yang cukup untuk melakukanya.





Dimulai
dari base camp kami yang asri dan
didukung dengan fasilitas hotel bintang lima, kamipun mencoba jadikan arung
jeram sebagai wahana wisata yang ideal untuk bersenang-senang sekaligus
menantang adrenalin kami. Tak lama kemudian kamipun mempersiapkan diri. Tepat tengah
hari kamipun start dari dari base camp dan mulai berpetualang di
jeram-jeram grade II-III Sungai Progo Atas sepanjang 9 km dengan waktu tempuh 2
jam.





Siang
itu seorang guide dari Progo Rafting
(lupa namanya) pun dengan detail menjelaskan tips mengarungi sungai Progo yang
terkenal itu. Dengan komunikatif sang guide
menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat bertualang arus ini. Sebelum mengarung, terlebih dahulu kami diberi pengarahan
dan simulasi seputar pengarungan beserta prosedur keselamatan (rescue).






Kami
diajari tentang bagaimana memakai rompi dan helm; tentang bagaimana prosedur
keselamatan jika perahu terbalik dan penumpang tercebur ke sungai; tentang
bagaimana mematuhi perintah skipper (guide), seperti perintah
berpindah ke kiri atau ke kanan perahu, mendayung maju atau mundur, bahkan yang
paling ditunggu posisi duduk jika akan melewati jeram yang curam. Arung jeram ini
merupakan salah satu olahraga yang tergolong berisiko tinggi, itulah sebabnya
olahraga ini sarat dengan standar dan prosedur yang harus ditaati demi
keselamatan dan kenyamanan bersama. Setelah melakukan simulasi kamipun langsung
berpindah menuju bibir Sungai Progo. Saatnya memulai petualangan dan
mengaplikasikan prosedur serta simulasi yang telah kami terima.









Di
awal pengarungan, kami langsung disambut oleh jeram favorit “ACE”. Sontak nyali
dan mental mulai tertantang. Adrenalin meningkat setelah kami dikomando untuk
mempercepat dayungan ketika memasuki jeram.  Kamipun masuk menerobos ke jeram pertama
dengan teriakan untuk mengalahkan ketakutan yang sempat terlintas. Tanpa mengambil
ancang-ancang, kamipun tidak bisa menahan gaya hantaman dari depan, hasilnya
kami (Pak Fri, Bill, Joko dan Kris) terlempar dan jatuh tercebur serta diombang-abing
arus Progo beberapa saat yang sempat membuat panik beberapa rekan. Perasaan
sayapun bercampur aduk, sesekali tanpa disengaja sayapun harus menikmati air Progo
yang memaksa masuk ke mulut.  Badan kami
yang memakai pelampung terbawa arus hingga ke tepian. Tidak lama kemudian kami
yang jatuh tadi sudah berhasil naik satu per satu kembali ke perahu dengan selamat,
hanya beberapa rekan yang memar dikakinya karena terbentur bebatuan saat di
jeram.







Meski
demikian jeram pertamapun berhasil kami lintasi. Ketegangan yang tadi sempat
menghinggapi kami akhirnya berganti dengan kepuasan yang tak terhingga dan
menjadikan kami tertantang untuk segera menjemput jeram- jeram berikutnya.





Beberapa
jeram selanjutnyapun kami arungi dengan lancar hingga akhirnya. Sesekali kami
menyempatkan diri menyeburkan diri berenang sejenak menikmati sejuknya sungai
Progo. Di sekeliling sungai tempat kami mengarung ini merupakan kawasan perkebunan
yang asri. Udaranya sangat segar, cuacanya sejuk, pemandangannya cukup menyejukkan
mata. 




 Setelah
pengarungan melewati jeram-jeram dan bertabrakan dengan dinding batu, tidak
terasa pengarungan kami akan mencapai garis akhir. Hingga tiba saatnya kami di
sungai yang tidak berbatu lagi dan arusnya agak tenang. Sebagai penutup
pengarungan kami berpose bersama mengabadikan moment menakjubkan itu. Pengarungan
telah berakhir dan mobil angkutan telah siap menjemput kami. Rasa puas pun
menghampiri, banyak hikmah dan pengalaman yang bisa di ambil dari olahraga ini,
misalnya kekompakan dalam sebuah tim, kepatuhan terhadap perintah skipper,
tidak melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan skipper, dan tidak
boleh merasa paling tahu terhadap segala keputusan saat pengarungan. Wet wild and fun!






Lihat juga pengalaman mengunjungi Bandunga di sini 


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis