Saturday, May 25, 2013

Be Creative!



Kreatif
Apakah Anda percaya bahwa orang-orang biasa sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa? Jika Anda tidak percaya, mari kita lihat beberapa kisah sukses orang-orang biasa berikut.

Tokoh penemu Hanger
Albert Parkhouse, saat kehabisan cantolan jaket waktu sampai di tempat kerjanya. Albert Parkhouse yang kerja di sebuah pabrik kawat di tahun 1903 mendapatkan ide. Kawat  yang dia bentuk menjadi oval dengan 2 ujung kawat dikumpulkan hingga jadi kaitan. Dengan alat sederhana buatannya itu dia dapat menggantung jaket serta mencantolkannya dengan gampang pada dinding. Itulah asal muasal ditemukannya gantungan pakaian. Saat ini siapa yang tidak memerlukan gantungan pakaian? Ide kecil tersebut saat ini lantas menjadi sebuah usaha yang besar. Ini adalah bukti nyata jika problem sekecil apaun mungkin saja menjadi inspirasi yang bisa membuat kita berhasil.

Penemu hand-aid
Earle Dickson, karena lelah berulang-kali menempelkan perban di jari istrinya yang luka waktu mengiris di dapur, Earle Dickson mendapatkan sebuah ide cemerlang. Ia menggunting kain kasa lantas menempelkannya pada selotip. Karena menempel pada selotip, kain kasa jadi gampang ditempel di luka. Akhirnya, ide kreatif yang dia ciptakan pada 1920 tersebut sangat sukses untuk bisa dijual, perusahaan tempat Dickson bekerja, Johnson & Johnson memproduksinya dengan massal serta ia diangkat jadi Wakil Presiden Johnson & Johnson.

Pengembang McDonald
Ray Kroc, seorang tenaga penjual mesin pembuat milkshake, sangat menyukai hamburger dan kentang goreng. Ia tiba di sebuah kios hamburger kecil di California Utara. Kios itu membuat burger dan kentang goreng terbaik yang pernah dinikmatinya. Pemiliknya tidak berniat untuk mengembangkannya. Oleh karena itu Kroc, pada usia 57 tahun mengambil alih resep-resep McDonald, menambahkan keahliannya di bidang minuman milkshake, dan selanjutnya kisah kesuksesan McDonald mendunia. Sekarang ini McDonal merupakan waralaba nomor satu dunia.

Setelah melihat kisah-kisah sukses dari orang-orang biasa tadi, pasti terbesit pertanyaan dalam benak kita, mengapa orang-orang biasa seperti mereka dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan? Mengembangkan daya kreativitas adalah jawabannya. 

Kreatif berarti memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. William James mengatakan, “Genius sebetulnya berarti memiliki kemampuan sedikit lebih untuk melihat dengan cara yang tidak biasa.” Ketika sebagian besar orang melihat kulit telur hanyalah seonggok sampah yang tidak berguna, sebagian orang lainnya melihatnya sebagai “harta karun” yang hanya perlu digali sebelum dinikmati. Mereka menyulap barang yang dianggap tidak bernilai itu menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai seni yang tinggi, menjadi komoditas bahkan ada yang sampai di ekspor ke luar negeri.

Menjadi pribadi yang kreatif memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana. Jika kita membiasakan diri untuk berpikir lain dari pada yang lain dan jeli menangkap fenomena yang sedang terjadi di sekeliling kita, maka lama-kelamaan otak dan pikiran kita akan sendirinya memunculkan ide-ide luar biasa. Singkat kata kita semua bisa mengembangkan daya kreativitas kita masing-masing.

>>> Selamat berhari Sabtu Mas Brodolan, selamat berjuang menapaki dunia dengan ide-ide kreatifmu!

Wednesday, May 22, 2013

Anger = Danger


Anger=Danger
Kemarahan adalah reaksi emosi yang wajar setiap manusia. Semua orang tentu pernah mengalami kemarahan. Tidak ada orang yang terbebas dari kehadirannya atau kebal terhadapnya.



Kemarahan seseorang dapat menjadi suatu hal yang baik, membangun, menegakkan kebenaran dan keadilan (ekspresi dari human righteous anger). 

Contoh ini kita dapati pada sosok Tuhan Yesus dan Musa. Menurut kesaksian Alkitab mereka pernah mengekspresikan kemarahan mereka, marah karena melihat dosa umat manusia. Namun pada sisi lain tidak dapat dipungkiri bahwa kemarahan juga dapat menjadi suatu hal yang buruk dan menghancurkan (human sinful anger), tidak sedikit kita jumpai orang memiliki rasa kepahitan akibat kata-kata tajam dan menusuk keluar dari mulut sesama yang sedang mengekspresikan kemarahannya. Ketika kita marah (anger), kita selangkah lebih dekat dengan bahaya (danger). So, kenali kemarahanmu dan manage kemarahan kita dengan tepat ^_^

Mengenali Kemarahan

Kemarahan yang tak terkendali
Kemarahan jenis inilah yang membawa kita pada bahaya (danger). Orang yang punya amarah ini akan cenderung melampiaskannya dengan emosi yang destruktif seperti memukul, membanting, berkata-kata kasar, dsb. Amarah ini sangat berbahaya karena selain menyakiti orang lain atau diri sendiri juga mendatangkan dosa yang berujung kepada maut.

Kemarahan Tanpa Sebab
Amarah menjadi hal yang tidak tepat jika kita tidak punya alasan yang jelas mengapa kita marah.

Kemarahan karena Kasih
Amarah dengan alasan yang tepat bisa mengekspresikan kasih kita kepada seseorang. Misalnya amarah karena orang yang kita kasihi berbuat salah, amarah orang tua yang melihat anaknya tidak taat. Amarah dengan kasih akan diungkapkan dengan cara yang baik, tidak dengan emosi yang tak terkendali. Amarah dirancang untuk memotivasi kita mengambil tindakan positif saat kita menjumpai ketidakadilan ataupun sesuatu yang keliru.

“Any body can become angry. That is easy.
But to be angry with the right person and to the right degree and
at the right time and for the right purpose and in the right way
that is not  within everybody’s power and is not easy.”
(Aristoteles)

 >>> Gimana sobat apakah hari ini sobat sedang marah?

Monday, May 20, 2013

Semut Oh Semut


Semut by Life Expedition
Ada seorang ayah dengan anaknya yang laki-laki. Pada suatu hari  sang ayah mengajak anak laki-lakinya ini untuk menemaninya berjalan-jalan di sebuah taman. Setelah cukup lama berkeliling,, duduklah sang ayah di bawah sebuah pohon rindang. Sang ayah ini melihat anak laki-lakinya sedang asyik memandangi sesuatu. Rasa penasaran sang ayah mendoronnya untuk menghampiri anaknya. Lalu tanya sang ayah, “Anak ku apa yang sedang engkau lihat?

Oh… lihatlah ayah sekawanan semut itu. Mereka begitu sibuk mengangkat daun menuju sarang. Untuk apa sebenarnya daun-daun itu?” tanya Sang anak kepada ayahnya. “Daun itu adalah makanannya, anakku. Ini adalah musim  dimana mereka biasa mengumpulkan makanan, untuk bekal ketika salju mulai turun menutupi bumi.” 

Lihatlah mereka begitu kecil tapi sanggup mengangkat daun yang begitu besar, bahkan jauh lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Lalu sang anak menjawab “Oh.., ternyata semut tidak selemah yang aku kira selama ini yah.

Anak ini  tampak begitu heran dan kagum dengan pemandangan yang sedang dilihatnya. “Yah itulah kuasa Tuhan, bahkan binatang yang paling lemah diberikan Tuhan kekuatan melebihi yang lain. Tuhan itu adil. Tahukah kamu anak ku, semut yang kecil ini sanggup mengangkat beban yang bahkan 10 kali lebih berat dari tubuhnya. Seekor gajah yang paling besarpun tidak akan sanggup menandingi kekuatan seekor semut. Anakku jangan pernah engkau meremehkan mereka yang tampak lemah. Belajarlah dari semut!.

Lalu sang ayah bertanya kepada anaknya: “Engkau tahu nak, berapa lama mereka akan mengangkat makanan-makanan itu?” “Entah ayah, mungkin sampai nanti sore”.  “Tidak nak, tidak seperti itu. Mereka akan terus bekerja mengumpulkan makanan hingga musim dingin tiba. Lihatlah bagaimana mereka bekerja! Mereka seakan tidak pernah lelah. Tidak ada yang diam, tidak ada yang tampak asyik bersantai bukan?”. “Ya, ayah benar. Mereka semua bekerja! Tapi ayah, mungkinkah mereka takut akan dihukum jika tidak bekerja? Mungkin ada yang sedang mengawasi mereka bekerja?. “Tidak, tidak ada yang mengawasi, semut bukan budak dari siapapun. Semut hanya memiliki seorang ratu yang bertugas melahirkan para semut, sedangkan sebagaian besar para semut adalah jenis pekerja dan sisanya adalah semut prajurit yang bertugas menjaga koloni dan ratu mereka. Tapi tidak untuk mengontrol para pekerja”.

Anak ku, jika engkau mau merenungkannya, engkau bisa belajar banyak dari kehidupan para semut.

Memang ia adalah binatang yang lemah, jelek rupanya, tidak terpandang. Kita semua mengakuinya, saya yakin tidak di antara kita yang senang memelihara semut sebagai binatang kesayangan atau favorit. Kita bukan saja tidak memelihara atau tidak menyukai semut, bahkan setiap harinya kita menjadi pembunuh-pembunuh berdarah dingin. Mengapa? Karena ketika kita berjalan, kita tidak menyadari berapa banyak semut yang sudah menjadi korban hantaman kaki kita bahkan lebih dari itu, secara tidak sadar kita cukup banyak mengoyak-ngoyak tubuh semut di dalam perut kita, karena biasanya di dalam masakan kita, atau minuman seringkali ada semut-semut yang tidak terlihat, lalu kita minum atau makan.

Meski demikian kita harus mengingat bahwa walaupun semut seekor binatang yang lemah dan tidak terpandang namun Salomo justru  memakainya sebagai contoh yang baik untuk pembelajaran hidup manusia.

Kita harus mengakui semut adalah binatang yang bijaksana, yang menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada masanya. Mereka manyadari ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk beristirahat. Ketika masa bekerja datang, mereka akan menggunakannya untuk  mengumpulkan bekal makanan. Tak satupun dari mereka yang berusaha mencuri waktu untuk bersantai dan bersenamg-senang. Karena mereka sadar ketika musim dingin tiba, mereka akan dapat beristirahat di dalam sarangnya yang hangat, semua beristirahat, tidak ada yang bekerja. Mereka makan dan minum, berpesta sambil menanti datangnya musim semi.

Sebagai semut, mereka tahu bagaimana hidup bersama dalam komunitasnya. Setiap semut paham akan tugas dan perannya masing-masing. Mereka menjalankan tugasnya dengan setia. Mereka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu didikte. Mereka tetap bekerja tanpa perlu diawasi. Tiap-tiap semut akan melakukan tuganya dengan sukarela dan sungguh-sungguh. Yang satu tidak iri hai dengan yang lain. Selain rajin, semut adalah binatang yang memiliki integritas yang tinggi. Semut oh semut!

>>> Bagaimana dengan kita sobat? Semoga hari Senin ini semangat semut kecil menggelitik kita untuk berbuat yang lebih besar. Selamat berhari Senin ^_^

Wednesday, May 15, 2013

Reaching Dreams


Life Expedition Blog
Kulangkahkan kaki mungilku mengejar sang ilmu. Terniat dalam diri mengukir jejak langkah, dan kini jejak dan langkahku mulai membekas dipasir putih. Pikirku dunia luas di luar sana selembut dan sedamai laut nan biru mempesona. Anganku membawakan sedetik kedamaian, kenikmatan, keindahan, pengetahuan, keberanian dan perjuangan.

Tapi

Sejenak langkah kecilku itu terhenti. Dingin hembusan nasib menyapaku bekukan tubuh, mengiris kalbu. Kerikil tajam bergotong royong lukaiku. Pedihnya garam kehidupan menyirami kakiku, perih rasanya!
Ku menggeliat, merintih untuk bersimpuh TUHAN ulurkan tangan-Mu

Tangan yang penuh cinta itu merajutku kembali, kini kumulai melangkah kembali, seberkas harapan, setitik cahaya menanti di tanah ibu pertiwi ku berjuang menjadi anak bangsa optimis meraih buah cita-cita menggapai puncak anganku untuk masa keemasan sebuah kehidupan.

“If you want your dreams to come true, don't sleep” 
~Yiddish Proverb quotes~ 



Sumber gambar: http://www.keepcalmandposters.com/
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis