twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Life-ex photo banner-211_zps596e9fc0.jpg
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, November 6, 2012

Jika Pacar Meminjam Uang







Uang menjadi salah satu topik yang sensitif untuk dibicarakan
dalam berpacaran. Salah-salah, kita bisa dianggap matrealistis atau
mengukur segala sesuatu dari segi materi. Namun bagaimana jika pacar
kita tiba-tiba meminjam uang. Apakah ini wajar? Berikut adalah
beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memberi
pinjaman:





Cari
Tahu Tujuan Pinjaman Tersebut


Sama
seperti memberi pinjaman kepada orang lain. Kita perlu tahu tujuan dari uang
pinjaman tersebut. Jika memang tujuannya benar, tentu seharusnya tidak ada yang
ditutup-tutupi.


Pastikan
tujuan pinjaman tersebut adalah untuk hal yang mendesak, penting dan tidak
terduga. Namun jika tujuannya untuk membeli sesuatu untuk kesenangan semata,
sebaiknya kita berpikir beberapa kali lagi.





Ingat
Resiko Putus


Sebelum
ada ikatan pernikahan, kita harus sadar bahwa resiko putus hubungan itu masih
tetap ada. Karena itu, ambilah keputusan dengan bijaksana sehingga kita
dapat memperhitungkan hingga hal terburuk sekalipun.


Jika
memungkinkan, walaupun tidak sebesar nominal yang diminta akan jauh lebih baik
kita memberikan uang dengan iklas. Hal ini bukan untuk memanjakan
pasangan, melainkan mengajarinya bahwa kita tidak nyaman dengan utang-piutang.





Ada
Hitam Diatas Putih


Jika
memang tetap harus meminjamkan uang dan nominal yang diminta cukup
besar, biasakan untuk membuat surat perjanjian tertulis. Tentu saja kita tidak
perlu memberikan besaran bunga, namun hal ini dapat membuat pasangan kita sadar
akan tanggung jawab untuk mengembalikan hutangnya itu.





Bantu
Mengelola Keuangan


Biar
bagaiamanapun, berhutang bukanlah sesuatu yang baik. Karena itu, jika
pasangan kita termasuk orang yang sulit untuk mengatur keuangan, kita
bisa mengajarinya untuk membuat catatan pengeluarannya. Hal ini akan membantu
kita untuk lebih terbuka sebelum akhirnya masuk ke jenjang pernikahan.





Cara
mengatur atau mengelolah uang dapat membuat kita lebih mengenal pribadi
orang lain. Dari sini akan tergambar seberapa besar rasa tanggung jawab orang
yang nantinya akan mendampingi kita seumur hidup itu.





Sumber
: jawaban.com/vina cahyonoputri





Thursday, November 1, 2012

Kala Meminta Maaf Terasa Sangat Sulit









Jika kata "maaf"
sepertinya merupakan sebuah kata yang sulit untuk Anda ucapkan,
jangan kuatir, karena Anda tidak sendirian. Faktanya, 50% orang di dunia ini
memiliki masalah dengan satu kata yang sederhana dan sangat bermakna
ini. Mampu mengatakan hal itu pun tidak membuat Anda menjadi lebih baik. Sama
halnya dengan mengatakan cinta, meminta maaf pun dapat disalahgunakan
dan tidak berarti apa-apa jika tindakan kita tidak sejalan dengan apa
yang kita katakan.





Jika Anda mengalami hal itu, berikut
adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika Anda telah menyakiti seseorang
dan benar-benar mengacaukan keadaan namun tidak tahu bagaimana caranya harus
meminta maaf.





1. Tunjukkan Bahwa Anda Menyesal


Kerusakan telah terjadi sehingga
tidaklah adil jika Anda terus bersikap seolah-olah tidak ada yang salah. Saya
secara pribadi tidak terlalu senang menerima tawaran dari seseorang sedangkan
kami baru saja selesai berselisih 5 menit yang lalu sedangkan sikapnya
menunjukkan seolah-olah tidak ada yang salah. Jangan terlalu bangga untuk
bersikap seperti itu karena bagaimanapun juga Anda berada di pihak yang salah.
Jika Anda tidak ingin mengucapkan permintaan maaf, paling tidak
tunjukkan bahwa Anda juga merasa tidak enak.





2. Akui Bahwa Anda Salah


Saya secara pribadi tidak memiliki
masalah untuk mengatakan "maaf" tapi Anda pasti tidak akan
mendengar saya meminta maaf untuk hal-hal yang tidak saya lakukan. Namun
ada juga orang yang tidak akan mengatakan bahwa dia menyesal meskipun hidupnya
tergantung dari hal itu. Bagaimanapun juga, jika Anda adalah seorang yang
bertanggung jawab atas sebuah kekacauan dan tidak sanggup untuk mengatakan maaf,
paling tidak akui bahwa Anda adalah orang yang telah mengacaukan hal ini. Anda
memang tetap harus mengatakannya tapi bukankah itu memang lebih baik bagi Anda?





3. Menunjukkan Sikap Menyesal


Adik saya adalah pembuat masalah
terlucu yang pernah ada! Ia akan selalu meledak dan bertengkar setiap kali
suasana hatinya sedang buruk tapi saya tidak pernah bisa membalasnya setiap
kali saya melihatnya berusaha dengan segenap hati untuk bersikap manis
setelahnya. Hal itu sungguh tak ternilai. Hal yang sama juga dilakukan ayah
saya. Ia lebih memilih untuk bersikap baik dan berusaha menyenangkan hati saya
daripada harus berkata "maaf". Tapi itu tidak
masalah... karena saya tahu itu adalah gaya mereka untuk meminta maaf
dan bagi saya melakukan hal itu sama baiknya dengan mengucapkan permintaan maaf
secara verbal.





4. Jangan Membuat kesalahan Yang Sama
Dua Kali


Melakukan hal ini sebenarnya jauh lebih
baik daripada mengucapkan kata "maaf" karena permintaan
maaf tidak akan berarti apa-apa jika seseorang tetap melakukan kesalahan
yang sama berulang kali. Dalam hal mengucapkan maaf, saya lebih memilih
hal ini daripada harus berhadapan dengan seseorang yang terus mengecewakan saya
dan mengucapkan maaf berulang kali! Tindakan Anda sangat
menentukan jadi lain waktu jika Anda menghadapi situasi yang sama, ingatlah
untuk melakukan hal ini secara berbeda.





5. Tawarkan Untuk Melakukan Sesuatu


Jangan bertanya, "Bagaimana saya
dapat memperbaiki hal ini?" Lakukan saja! Saya tidak berbicara mengenai
hadiah atau cara lainnya untuk "menyogok" orang yang telah Anda
sakiti. Yang dimaksud di sini adalah lakukan hal-hal yang manis dan lucu yang
hanya akan dilakukan oleh mereka yang merasa bersalah, seperti membuang sampah
keluar meskipun sedang hujan deras atau hal-hal lainnya yang sejenis. Suatu tindakan
yang mengatakan, "Ya, saya tahu saya telah mengacaukan semuanya dan saya
sangat sangat menyesal! Ayolah, kamu pasti tetap mencintai saya. Lihatlah
betapa baiknya saya dan kamu tahu persis bagaimana tidak sukanya saya untuk
membuang sampah meskipun hari sedang sangat cerah."





6. Menyiapkan Sedikit Kejutan


Apa yang sudah terjadi terjadilah, dan
Anda tidak bisa kembali ke masa lalu. Saya sarankan agar Anda menemukan cara
untuk memperbaiki kesalahan. Terus menyangkali hal itu hanya akan
membuang-buang waktu. Karena Anda seharusnya dapat melakukan sesuatu yang
menyenangkan dibandingkan hal itu. Ketika terjadi sesuatu dimana salah satu
pihak harus mengucapkan maaf, maka hal itu akan meninggalkan sebuah
memori yang buruk. Siapkan sebuah kejutan kecil dan ciptakan sebuah memori yang
indah untuk menetralisir memori yang kurang menyenangkan sebelumnya.





7. Lakukan Sesuatu Yang Manis Yang
Hanya Akan Dilakukan Seorang Anak Kecil


Anak-anak begitu manis dan polos.
Mereka tidak terlalu peduli dengan hal-hal material dan siap untuk menukar
mainan kesayangan mereka hanya untuk membuat orang yang mereka sayangi bahagia.
Jadi, jika pasangan Anda merasa sedih dan Anda adalah satu-satunya orang yang
perlu disalahkan, katakan padanya Anda akan kembali dalam lima menit.
Pergilah keluar, petiklah bunga pertama yang Anda lihat dan berikan kepadanya.
Apakah Anda sedang bertengkar dengan saudara Anda dan ia saat ini sedang marah
dan mengurung diri di kamar? Berikan kepadanya baju yang sangat disukainya
meskipun baju itu juga merupakan baju favorit Anda. Itulah yang akan dilakukan
seorang anak kecil – tidak pergi keluar untuk membeli sesuatu tapi mengorbankan
sesuatu yang telah dimilikinya. Seorang anak akan memetik setangkai bunga, dan
dengan polos berharap Anda tidak akan marah lagi kepadanya sementara orang
dewasa membayar buket bunga yang mahal untuk memberi kesan bahwa ia berusaha
untuk membeli jalan keluar dari kesulitan.


Ingatlah satu hal – tidak peduli cara
apa yang Anda pilih untuk meminta maaf, ketulusan adalah kunci utamanya.





Sumber
: allwomenstalk-jawaban.com





Monday, October 22, 2012

GAYA HIDUP KONSUMTIF









Gaya hidup konsumerisme[1],
inilah ciri masyarakat di zaman ini. Gaya hidup yang telah merasuki seantero
dunia dengan iming-iming kepuasan diri dan prestise tinggi. Konsumerisme
berarti gaya hidup berfoya-foya dengan berbelanja secara berlebihan sekadar
memenuhi keinginan pribadi. Menjamurnya pusat perbelanjaan serta ramainya
pembeli merupakan salah satu tandanya. Tidak dapat dipungkiri gaya hidup
konsumtif juga telah masuk keberbagai lapisan masyarakat Tanah Air. Masyarakat
berlomba-lomba membelanjakan uang untuk membeli barang-barang bermerek terkenal,
dari alas kaki hingga gadget terbaru
menjadi ikon gaya hidup masyarakat
masa kini.


Guna
memuaskan keinginan pribadi, secara membabi buta mereka membelanjakan uang
tanpa berpikir bahwa barang-barang yang dibeli belum tentu penting bagi
kehidupannya. Bagi mereka, gaya hidup berfoya-foya mencerminkan gengsi dan
status mereka dalam masyarakat sekaligus memuaskan hasrat pribadi mereka.
Status menjadi sesuatu yang penting bagi mereka.


Tidak
dapat dipungkiri perluasan gaya hidup ini sangat cepat dan berpengaruh, tidak
sedikit anak Tuhan yang sudah mulai terjerat dengan gaya hidup ini. Kini tidak
jarang kita temui anak Tuhan bergaya hidup konsumtif yang jelas menyimpang dari
ajaran Alkitab. Mereka tidak lagi mempedulikan apa yang tertulis dalam Alkitab.





BERDAMPAK BURUK


Padahal
tanpa disadari ada banyak dampak buruk yang dihasilkan dari gaya hidup ini, misalkan
bagi kaum remaja, mereka tidak dididik untuk hidup sederhana atau hemat
melainkan condong bergaya hidup boros. Lebih parahnya lagi mereka bisa
menghalalkan segala cara demi kepuasan dan keinginan pribadi mereka. Mereka
rela melakukan atau bahkan diperlakukan apa saja asalkan mereka mendapatkan
uang guna memuaskan keinginan pribadi mereka. Belum lagi kecemburuan sosial
yang akan muncul yang tentunya bisa merusak hubungan dengan sesama.


Konsumerisme
adalah prilaku mubazir yang menimbulkan dampak buruk dalam hidup. Prilaku
“berhala” karena ujung-ujungnya untuk kemuliaan dan kepuasan diri sendiri.
Menempatkan kesenangan diri  berlawanan
dengan kehendak Tuhan.





TOLAK


Bagaimanakah
kita sebagai anak Tuhan menyikapinya? Jelas, bahwa gaya hidup seperti ini harus
kita tolak. Kita harus belajar dan membiasakan gaya hidup sederhana dan hemat, membeli
sesuatu berdasarkan kebutuhan bukan karena keinginan yang ujung-ujungnya demi gengsi dan status saja. Tidak
sepatutnya kita yang mengaku anak Tuhan, terjerat dan menjadi penganut dari
gaya hidup ini.


Rasul
Petrus dengan tegas mengingatkan jemaat yang menjadi tujuan suratnya, agar
berhati-hati terhadap ajaran para nabi dan guru palsu yang dengan
terang-terangan mengajarkan hal pemuasan hawa nafsu yang menyesatkan, “Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap
kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka,
kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu
” (2 Pet. 2:13). Melalui
bagian ini Rasul Petrus mau menyatakan bahwa gaya hidup berfoya-foya seperti
yang gencar diajarkan oleh para nabi dan guru palsu tidak memperkenankan hati
Tuhan.


Pula
Rasul Paulus pernah menuliskan, “Ia
mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan
duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia
sekarang ini
…” (Titus 2:12). Meninggalkan gaya hidup yang bertentangan
dengan Firman Tuhan itu yang Allah inginkan terjadi dalam hidup orang percaya.
Orang percaya harus membuang keinginan daging yang berujung pada kepuasaan diri
semata.


Alkitab
yang adalah Firman Allah harus menjadi standar dalam menjalani hidup ini,
karena hidup kita adalah ibadah kita kepada Tuhan. Hidup kita harus
berpadananan dengan Firman Tuhan. Gaya hidup yang tidak berkenan di hati Tuhan
harus jauh dari hidup orang percaya. Hidup sederhana namun memperkenan hati
Tuhan itu yang jauh lebih penting.










[1] Penyuntingan ulang opini  penulis berjudul “Tolak Gaya Hidup Konsumtif” yang dimuat dalam rubrik Kompas Kampus edisi 13 September 2011.




Sunday, October 14, 2012

HIDUP ADALAH BELAJAR









Denis Waitley, seorang penulis dan
motivator di Amerika mengatakan, “Losers live in the past. Winners learn from
the past and enjoy working in the present toward the future
.” Para pecundang
hidup di masa lalu. Para pemenang belajar dari masa lalu dan menikamati bekerja
pada saat ini menuju pada masa depan.


Proses belajar seharusnya bukan hanya
sekadar menguasai bidang ilmu tertentu atau mencapai sejumlah gelar akademis.
Belajar adalah proses mengatahui, mengamati, memahami, dan mengaplikasikan
informasi, kemampuan dan hikmat, yang dapat mengembangkan paradigma,
memperkokoh prinsip, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.


Belajar bukan hanya bertujuan
menambah pengetahuan, melainkan mentransformasi kehidupan seseorang. Raja
Salomo mengatakan, belajar yang hanya bertujuan menambah pengetahuan hanya akan
“melelahkan jiwa dan raga” (Pengkh. 12:12).





DARI MANA KEPADA SIAPA





Tuhan telah telah mendirikan sekolah
yang dinamakan kehidupan. Anda telah berada di dalamnya. Bersedia atau tidak
mengikuti kurikulum dan sistem pembelajarananya, itu terserah Anda. Interaksi
yang kita miliki dengan orang lain, buku, musik, film, tantangan dan harapan
yang kita miliki telah direncanakan Tuhan sebagai sarana untuk belajar.


Ray Le Blond, direktur sebuah
perusahaan komunikasi pariswisata di Bristish Columbia mengatakan. “You learn
something every day if you pay attention
.” Anda belajar setiap hari jika Anda
memperhatikan.





JEBAKAN TERSEMBUNYI





Beberapa hambatan yang mengahalangi
kita untuk memperoleh dan menikmati manfaat terbaik dari hidup sebagai sarana
belajar anatara lain:





1.Kemalasan


Kemalasan membuat kita tidur di zona nyaman kita dan tidak
mengembangkan batasan-batasan kemampuan kita sebagaimana yang Tuhan inginkan.


2.Kesombongan


Kesombongan membuat kita membatasi cara kerja Tuhan dalam
hidup kita. Kesombongan berarti mengatakan pada Tuhan bahwa, “menurut saya,
hanya hal-hal inilah yang perlu saya pelajari, dan dengan cara-cara ini saja
saya akan mempelajarinya.


3.Penundaan


Tidak semua hal perlu dikerjakan dengan segera. Akan tetapi
kecenderungan untuk menunda banyak hal dalam hidup membuat kita melewatkan
banyak kesempatan menerima pelajaran dari sang Guru Agung.


4. Prioritas Yang Salah


Prioritas yang salah akan menyebabkan kita memilih
topik-topik pembelajaran yang terus berulang.


5.Asumsi Negatif


Asumsi bukanlah fakta melainkan anggapan. Asumsi negatif
menjauhkan kita dari potensi kreatif kita. Mengurung kita dari kekayaan hidup
yang telah Tuhan sediakan.


6.Rutinitas


Rutinitas berpotensi membuat segala sesuatu menjadi hambar,
“biasa” dan tidak menarik. Dengan melihat kepekaan dan dengan mendengar
pelajaran, maka kita akan mendapati bahwa hidup ini tidak pernah hambar
melainkan selalu menarik untuk dipelajari.





        Jika kita tidak dapat memanfaatkan segala hal yang sudah
Tuhan sediakan dalam hidup kita sebagai sarana pembelajaran, maka sebetulnya
kita akan dapat melakukan hal-hal dibawah ini:


 Membentuk prinsip hidup yang lebih baik dan kokoh


 Mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan


 Memperluas wawasan


 Meningkatkan kualitas hidup


 Mengatasi rintangan


 Mengubah tantangan menjadi pembelajaran seumur hidup
sebagai jalan bagi damai sejahtera.





LATIHAN TERBAIK





Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melatih
pembelajaran hidup Anda:


1. Siagakan hati, pikiran, dan tubuh Anda untuk belajar
setiap hari.


2. Gunakan telinga, mata, dan seluruh indra Anda yang lain
untuk belajar.


3. Berkomitmenlah untuk tekun belajar mulai dari hal-hal
kecil.


4. Jangan kompromikaan kebenaran, tetapi jangan pernah takut
untuk belajar dari kesalahan.


5. Belajarlah mulai dari sekarang jangan tunda lagi.





Source: BAHANA oleh DR. Jakoep Ezra, CBA, CPC


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis