twitterfacebookgoogle plusrss feedemail
Life-ex photo banner-211_zps596e9fc0.jpg

Thursday, July 21, 2011

Home » » “Pulpen itu membuat saya mengenal Yesus”

“Pulpen itu membuat saya mengenal Yesus”






Penulis Bersama Pdt. Mangapul Sagala


Aku lahir di sebuah desa di pedalaman Kalimantan, sejak kecil aku sudah ditinggalkan oleh kedua orang tua untuk selamanya. Aku hidup di tengah-tengah keluarga yang meyakini bahwa alam semesta dan semua makhluk hidup mempunyai roh dan perasaan sama seperti manusia dan kepercayaan awal kami adalah Animisme yaitu kepercayaan bahwa benda-benda atau tempat-tempat tertentu didiami oleh roh-roh yang bisa mempengaruhi manusia.

Namun siapa sangka aku yang dahulu menyembah batu, pohon kini bisa mengenal Yesus. Perkenalan aku dan Tuhan Yesus awalnyapun sangat sederhana, yaitu hanya melalui pulpen, ya sebuah pulpen yang bisa digantung di leher telah menarik aku sebagai anak-anak untuk pertama kali datang ke gedung gereja. Meskipun motivasi awalnya hanyalah untuk mendapatkan benda itu. Tapi ternyata oleh anugerah-Nya melalui benda mati tersebut untuk pertama kalinya dalam hidup aku bisa menulis “Jesus Love Me.” Rasul Yohanes pernah menulis “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh.3:16). Karena Ia telah terlebih dahulu mengasihi aku sehingga aku bisa menuliskannya.

Tuhan berkemurahan memakai seorang hambanya untuk menyekolahkan dan menempatkan aku di lingkungan yang mendukung pertumbuhanku. Tahun 2000 aku pindah ke Manado. Bersyukur semua ada di dalam kendali Tuhan dan akhirnya pada akhir pengumuman hasil ujian SMA dan aku berhasil, aku diteguhkan dalam Mazmur 8:4 berbunyi: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Apakah aku ini, sehingga Engkau mengingatnya, siapakah aku ini sehingga Engkau mengindahkannya. Aku adalah manusia yang seharusnya pantas dimurkai, oleh karena hidup hidup dibawah kekuasaan dosa. Namun karena Anugerah-Mu aku dibenarkan oleh rahmat dan kasih-Nya bersedia mengulurkan tangan-Nya yang kudus memberi aku kehidupan rohani. Ia mengampuni dosa-dosa ku melalui kematian anak-Nya di kayu salib. Peneguhan itu sekaligus membuat aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi aku untuk selamanya.

Tuhan yang Mahamurah itu juga memberi kesempatan padaku buat berkarya bagi Tuhan dan sesama dan pada tahun kelulusan aku memenuhi panggilan untuk memperlengkapi diri dalam pelayanan melalui study theologia. Mengapa aku mau masuk sekolah theologia? Bukankah study di sekuler lebih menjanjikan? Ooppss belum tentu, aku punya alasan yang sangat penting yaitu bukan soal materi tapi soal jiwa dan itu gk bisa di beli dengan emas, perak dan uang. Dan kedua ortu ku waktu meninggal belum mengenal Tuhan Yesus alias belum selamat. Dalam pikiran n hati aku bertanya lalu bagaimana saudara2 yang lain yang belum kenal Tuhan Yesus siapa yang mau ngenalin Tuhan Yesus pada mereka? Siapa lagi kalo bukan aku. Aku udah menerima keselamatan cuma-cuma aku juga punya tanggung jawab donk buat memberitakan kabar keselamatan itu ke orang lain. Nah makanya aku mau memperlengkapi diri dulu melalui sekolah theologia agar bisa dengan baik memberitakan Injil itu. Sekarang aku kuliah Theologia duduk di semester 3 STT IMAN Jakarta.

Mother Theresa pernah berkata: “I am a little pencil in the hand of a writing God who is sending a love letter to the world.” Itulah juga harapanku, menjadi alat Tuhan bagi pekerjaan dan pelayanan-Nya di dunia ini. Aku sadar waktu di dunia ni gk lama, untuk itu aku mau terus melayani n berkarya bagi Tuhan, ya mumpung masih ada waktu n ksempatan emas yang Tuhan beri….ya kan?

Aku pernah bersekolah SD Kristen Lemoh, Kec. Tombariri, Kab. Minahasa   SMP Katolik Sta. Theresia Malalayang pindah SMP Kristen Lemoh, Kec. Tombariri, Kab. Minahasa, SMA Kristen Tanawangko, Kec. Tombariri, Kab. Minahasa Sulawesi Utara.

Motto: Berakar, bertumbuh, berbuah dalam Kristus dan melayani, berkarya, bersaksi bagi Kristus.


No comments:

Post a Comment

Thanks so much for taking the time to leave a comment :)

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis